-->

Postingan Terbaru

Kenapa Hidup Terasa Dua Kali Lebih Berat

Sore tadi aku baru sampai di rumah setelah menembus jalanan kota yang padat merayap. Pung…

Bersyukur Boleh, Pamer Jangan: Etika Story di Masa Sulit

Sore kemarin, sepiring steak hot plate yang lumayan besar tersaji di mejaku. Aromanya sed…

Bumi yang Kita Wariskan, Bukan Kita Habiskan

Masih untuk adik-adikku gen-z dan gen alpha. Coba bayangkan dirimu dua puluh tahun dari s…

Jangan Menunggu Dewasa untuk Menjaga Bumi

Tulisan ini untuk adik-adikku, gen-z maupun di bawahnya. Pernahkah kamu ingin melakukan s…

Hujan Bisa Memadamkan Api, tapi Tidak Memperbaiki Cara Kita Memperlakukan Alam

Pagi ini mendung menggantung tipis di luar jendela, 15 Oktober 2026, tanda-tanda mau huja…

“Tetap di Rumah” Tidak Sesederhana Itu bagi Semua Orang

Pagi ini aku memperhatikan grafik pergerakan angin di sebuah portal berita. Warna merah p…

Api Tidak Datang Begitu Saja: Kisah Panjang di Bawah Tanah Gambut

Malam itu, sambil menyeruput kopi less sugar yang mulai dingin, jempolku terus menggeser …

Ketika Bernapas Bukan Lagi Urusan Sederhana

Pagi tadi, rutinitasku berjalan seperti biasa. Aku membuka jendela kamar lebar-lebar. Ang…

Satu Pertanyaan untuk Mengukur Kebahagiaan Rumah Tangga

Duduk bersama di ruang tamu saat kumpul keluarga sering kali menghadirkan suasana yng cam…

© 2026 ‧ Catatan Perjalanan Singkat. All rights reserved. Made with ♥ by Jago Desain