Belajar Tertawa daripada Terus Marah Jam menunjukkan angka 23.46, tapi jempolku masih sibuk menggulir layar ponsel. Cahaya lay…
Dihargai Karena Siapa, Bukan Karena Apa Pagi itu, AC di lobi sebuah hotel kami menunggu untuk dimulainya registrasi seminar. Aku …
Berhenti Jadi Orang Baik, Mulai Jadi Orang Berkesadaran Kaos dan celana outdoor yang kukenakan basah kuyup, dingin rasanya. Badanku juga terasa p…
Jika Tabunganku Lima Milyar Aku Akan .... Siang kemarin, di sela kunyahan mie ayam pangsit yang mengepul hangat, seorang kawanku me…
Punggung-punggung yang Mengajariku Berdoa Kipas angin gantung di langit-langit masjid berputar lambat, mengeluarkan bunyi derit hal…
Ikhlas itu Sebenarnya Gampang Banget Dulu sekali, belasan tahun yang lalu saat aku masih tinggal di lingkungan kontrakan lama,…
Aku Bukanlah Sutradara Hidup Orang Lain Sore kemarin, aku duduk termenung di atas jok motor di pelataran parkir alpamart, memegan…
Belajar Pulang dengan Dada Lapang Pagi kemarin, seperti biasa aku menyalakan podcast Pak Wayan lewat headset selama perjala…
Baca Dulu, Baru Tanya Bayangkan HP-mu bergetar. Ada notifikasi masuk dari grup WhatsApp divisi kantor, atau mun…