Bukan Roda Gigi: Menulis Sebagai Cara Tetap Merasa Hidup
Aku mendampingi para murid di dalam bus, dalam perjalanan latihan manasik haji ke Semarang, Senin 24 Agustus 2026, dan menyempatkan menulis ini dari smartphone yang kupegang. Di luar jendela, pemandangan jalan tol melesat cepat, berpadu dengan suara riuh rendah anak-anak yang sedang antusias bercengkerama di kursi belakang.
Momen-momen di perjalanan seperti ini, ketika semuanya tampak bergerak cepat dan bising, sering kali memaksaku untuk diam sejenak dan merenung.
Ketika Hari-Hari Berjalan Seperti Mesin
Pernahkah kamu merasa hari-harimu berlalu begitu saja, layaknya sebuah mesin otomatis yang terus berputar? Terkadang, kita begitu sibuk dengan rutinitas pekerjaan dan tanggung jawab harian sampai lupa bagaimana rasanya benar-benar hadir seutuhnya.
Kehilangan makna di tengah kesibukan diam-diam bisa membuat kita mati rasa. Padahal, satu-satunya hal yang membedakan kita dari makhluk lain adalah kemampuan untuk memberi makna. Hanya manusia yang bisa memaknai setiap kejadian, sekecil apa pun itu.
Caraku Merawat Ingatan
Itulah alasan utama mengapa aku terus merawat blog ini. Menulis di sela-sela kesibukan, bahkan dari layar kecil smartphone di dalam bus yang berguncang, adalah caraku mengambil jeda dan menjalani hari dengan sadar.
Lewat setiap kata yang kurangkai, aku sedang berusaha membekukan momen, meresapi setiap emosi, dan mengingatkan diriku sendiri bahwa aku adalah manusia yang hidup, bukan sekadar roda gigi yang terprogram. Menulis adalah caraku menolak lupa dan memberi nyawa pada hal-hal yang mungkin bagi orang lain hanyalah rutinitas biasa.
Bagiku, merawat kesadaran adalah dengan menulis.
Kalau kamu sendiri, di tengah rutinitas harianmu yang padat, hal sederhana apa yang biasanya selalu kamu lakukan untuk menjaga kewarasan dan tetap merasa menjadi manusia yang utuh? Jangan ragu untuk membagikan ceritamu di kolom komentar, ya!
Salam,
Agus Tri Yuniawan
_______
Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Hari Kemerdekaan RI ke-81.
Tema: Merdeka Berpikir, Merdeka Menulis, Merdeka Menginspirasi.
Progress: Hari ke-8 dari Tantangan 30 Hari Menulis Blog (17 Agustus - 17 September 2026).
"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi!" - Omjay
