Disini, Kesenangan Adalah Bonus
Sobat, pernahkah kamu merasa aneh dengan hidupmu sendiri? Kamu merasa sudah melakukan semuanya dengan benar. Belajar rajin, bekerja keras, berbuat baik, tulus, eh, tapi kenapa rasa lelah dan masalah seolah tidak pernah absen mengetuk pintu rumahmu? Kenapa rasanya "jatah" sedihmu lebih banyak daripada "jatah" senang? Lalu kamu mulai menyalahkan diri sendiri, berpikir bahwa mungkin ada yang salah dengan caramu menjalani hidup.
Tunggu sebentar. Bagaimana jika sebenarnya tidak ada yang salah denganmu? Bagaimana jika yang salah adalah ekspektasimu terhadap dunia ini?
Mari kita bicara jujur tentang "setelan pabrik" kehidupan. Sejak kita lahir dan menangis kencang, itu adalah pertanda bahwa dunia ini memang bukan tempat peristirahatan. Banyak orang bijak bilang, dunia adalah darul bala' atau tempatnya ujian. Artinya, fitur utama kehidupan di dunia ini sejatinya adalah keletihan, perpisahan, dan kesedihan. Itu adalah paket dasarnya. Kita bekerja, kita capek. Kita mencintai, kita takut kehilangan. Kita berharap, kita cemas akan kecewa.
Namun, sering kali kita tertipu oleh ilusi "Hidup Bahagia Selamanya" ala dongeng atau media sosial, haha. Kita mengira bahwa keadaan normal manusia adalah tertawa bahagia 24 jam, dan kesedihan adalah anomali yang harus segera diperbaiki. Akibatnya, kita menjadi obsesif mengejar kebahagiaan dan menolak rasa sedih. Kita stres bukan karena masalahnya, tapi karena kita menolak fakta bahwa masalah itu ada.
Cobalah kita balik cara pandangnya mulai hari ini. Terimalah fakta bahwa lelah dan sedih adalah "menu utama" di meja makan kehidupan ini. Bahwa berjuang dan berkeringat adalah kondisi normal manusia.
Dengan pola pikir ini, sesuatu yang ajaib akan terjadi. Saat masalah datang, kita akan lebih tenang dan berkata, "Oh, memang begini sifat dunia." Kita tidak lagi kaget. Kita menjadi lebih tangguh.
Dan yang paling indah, saat momen bahagia itu datang, meski sekecil apa pun itu, ah rasanya akan menjadi ribuan kali lebih manis.
Bayangkan, ketika kita sadar bahwa hidup itu berat, maka secangkir kopi hangat di pagi hari, tawa renyah anak kecil, atau obrolan santai dengan sahabat, bukan lagi dianggap hal biasa. Itu adalah hadiah. Itu adalah give away dari semesta. Kita akan menikmati tawa itu dengan rakus, merayakannya dengan penuh syukur, karena kita tahu bahwa itu adalah jeda yang mahal di tengah panjangnya perjalanan yang melelahkan.
Jadi, Sobat, jangan merasa gagal jika hari ini kamu merasa lelah atau sedih. Itu tandanya kamu sedang menjalani fungsi utamamu sebagai manusia, yang hidup di dunia nyata, bukan di drama romansa Cina. Nikmati lelahnya sebagai bukti perjuangan, dan rayakan senyumnya sebagai anugerah tambahan.
Sebagai oleh-oleh untuk jiwa yang sedang letih hari ini:
Jangan memusuhi rasa capekmu. Dunia ini memang didesain sebagai tempat bercocok tanam yang penuh keringat, bukan tempat panen raya dan berleha-leha. Nanti, ada masanya istirahat panjang itu tiba. Untuk sekarang, jika kamu masih bisa tertawa di sela-sela masalah yang menghimpit, bersyukurlah. Itu berarti Tuhan sedang memberimu hadiah tambahan biar kamu kuat melanjutkan perjalanan.
Salam,
Agus Tri Yuniawan
Agus Tri Yuniawan
