Monster dalam Diri

Pernah lihat film Incredible Hulk, kan?, Mas Bruce akan berubah menjadi "monster hijau" ketika ia marah dan detak jantungnya mencapai 200bpm. Maka dalam keseharian, ia berusaha rileks supaya tetap "menjadi manusia".

Yang bisa terjadi adalah seseorang juga memiliki "monster" dalam dirinya. Monster artinya kekuatan yang bisa muncul dan memiliki daya rusak pada hal-hal di sekelilingnya. Yang bisa dirusak misalnya barang, badan manusia, perasaan, bahkan keadaan di masa mendatang. 

Tulisan ini satu dari sekian banyak sudut pandang. Seseorang, siapapun itu, ada pilihan sadar untuk bersikap diam ketika sedang marah. Ia diam bukan karena tak berani, bukan pula tak mampu menghadapi, tetapi sengaja memilih demikian untuk menghindari hal-hal yang tak dikehendaki.

Maka jika kamu seorang anak atau seorang istri, berfikirlah mendalam ketika kamu menyakiti ibu ataupun suamimu. Saat mereka diam, bukan berarti tak mampu membalas. Namun karena tak ingin menjadi Ibu Malin Kundang, atau tokoh spektakuler dalam Majalah Hidayah. Mereka sangat takut jika reaksi atau ucapannya mengundang murka Tuhan. Mereka khawatir hal buruk terjadi manakala terucap kalimat tak baik padamu. 

Pun demikian dalam hubungan setingkat. Antarteman, antartetangga, antarbestie, dsb. Ada kemampuan yang sifatnya menghancurkan, hubungan sosial, pertemanan, bahkan persaudaraan.

Orang-orang yang mengenali monsternya. Mereka itulah orang yang peka, yang sadar dengan potensi merusaknya. Mereka sadar diri sehingga memilih untuk berhati-hati. Mereka tahu jika si monster sudah keluar, jangan harap kamu bisa menghindar.

Salam,
Agus Tri Yuniawan