Mau Apa Kamu?

by - September 20, 2020

Umumnya untuk mendapat pekerjaan yang profit maka harus diawali dengan belajar giat. Untuk mendapat jodoh yang cakep, maka orang perlu memperhatikan penampilannya juga. Supaya sehat maka harus rajin olahraga, makan bergizi, dan pola hidup sehat. Agar menjadi terkenal, maka orang musti menghasilkan karya yang bagus serta konsisten., dan itu semua sudah menjadi kelumrahan, menjadi prosedur standar untuk berikhtiar.
 
Namun demikian, ada orang yang belajarnya biasa-biasa saja, tapi malah dapat pekerjaan yang bagus. Sementara ada orang yang dulunya ranking di kelas, nilainya bagus-bagus, eh sulit mendapat pekerjaan. Ada yang penampilannya ganteng, cantik, tapi gak nikah-nikah juga, asmaranya berliku-liku.

Disisi lain ada yang penampilannya pas-pasan, tapi malah 'laku' duluan, dapat pasangan, cakep lagi. Ada orang yang dulunya dihina, direndahkan, eh, sekarang malah moncer, tapi yang dulu dipuja-puja, sekarang hilang entah kemana. Ada yang divonis dokter umurnya tinggal sekian hari, tapi ternyata terus hidup sampai kini. Ada orang yang bugar sehat, tiba-tiba sekarat. Dan ada orang yang mengiklankan roti goreng saja, eh malah terkenal se-Indonesia dan menjadi duta kuliner.

Itu semua adalah bukti, bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Saat manusia terlalu menggenggam kaku egonya, Dia membuat pertunjukan-pertunjukan untuk "membenturkan" ego manusia dengan realita. Hingga manusia akan kembali menyandarkan akal dan rasa, bahwa Tuhan maha segalanya.

Kamu, yang merasa ahli ibadah, kemudian merasa pongah, bisa saja akhir hidupmu suul khatimah. Sementara mereka yang kau anggap rendah, lalu kau meneriaki kafir dan ahli bid'ah, bisa saja mereka mendapat hidayah, dan justru matinya husnul khatimah.
 
Manusia, tidak jelas ceritanya. Dikira A ternyata B, direncana C tapi kok jadinya E, diprediksi F eh malah lompat munculnya Z. "Menungso ki durung karuan", kata simbok. Kalau Tuhan menghendaki terjadi, mau apa kamu?

Salam,
Agus Tri Yuniawan

Sumber gambar: pngwafe.com, indozone.id, edited

You May Also Like

3 komentar

  1. suoer sekali tulisannya, terima kasih pak agus

    BalasHapus
  2. JADILAH SEPERTI AIR

    PSBB lagi! Baru saja menikmati indahnya berkumpul bersama orang-orang terdekat, eh ternyata kita diharuskan kembali untuk beraktivitas dari rumah saja.

    Perasaan dongkol hingga sumpah serapah mungkin sudah berkecamuk dalam hati. Rasanya mau teriak saja, tapi nanti ANDA disangka tidak waras. Jadinya, stress sendiri deh.

    Oleh karenanya, jalanilah hidup seperti air. Bukan berarti pasrah dengan keadaan, namun ANDA bisa menyikapi setiap cobaan secara bijak.

    Air selalu menyesuaikan diri dengan wadah dimana ia berada, baik saat ia di dalam gelas maupun di aliran sungai yang deras. Dia tetap bisa beradaptasi, fleksibel dan tahu bagaimana harus bersikap. Begitupun, dengan cara kita hidup.

    Kalau ANDA hanya mengikuti perasaan dongkol, ya pasti ANDA akan capek sendiri. Berbeda, apabila ANDA menerima dan belajar menyesuaikan diri pada situasi sekarang. Tentulah, ANDA akan menemukan ketenangan dalam diri.

    Yups. Lihatlah air di sekitar ANDA,pada dasarnya air itu tenang. Dengan ketenangan yang ia miliki, ia dapat berani dan sigap dalam menghadapi permasalahan. Air mampu membuat tempat yang kering menjadi basah. Tanah yang tandus menjadi subur.

    Jadilah seperti Air yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun. Terus mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Semoga kita bisa mengikuti filosofi air ini dalam kehidupan yang saling membahagiakan ini.

    Salam Blogger Persahabatan
    Omjay
    Guru Blogger Indonesia
    Blog http://wijayalabs.com

    BalasHapus