Vaksin Kehidupan

by - Juni 12, 2020

Bertambah lamanya masa pandemi kopit-19 ini memaksa orang untuk bersama-sama menemukan solusi nyata. Ekonom berupaya menemukan solusi ekonomi, guru berupaya melaksanakan kegiatan pendidikan yang adaptif, pemerintah dengan semua jajarannya berbagi tugas pada ranah masing-masing, sedangkan ilmuwan dan dokter berupaya menemukan vaksin virus ini. 

Kita semua tahu, bahwa vaksin sejatinya adalah bibit penyakit itu sendiri yang dilemahkan. Dengan demikian ia tidak memiliki kemampuan menginfeksi seperti sedia kala. Ia hanya "hadir" kedalam tubuh manusia, sehingga kehadirannya tersebut memicu "alarm" alami tubuh sehingga tubuh menghasilkan antibodi yang melindungi dari keganasan penyakit tersebut. Sekali lagi, karena bibit penyakit itu sudah dilemahkan, tentu saja tubuh tidak menjadi sakit tetapi justru merangsang kekebalan alami sehingga tubuh menjadi kuat. Oleh karenanya, ketika kemudian penyakit aslinya menyerang, maka tubuh sudah memiliki kemampuan untuk melawan. 

Hubungannya dengan kehidupan, sebenarnya kita juga mengalami proses "penyuntikan vaksin-vaksin kehidupan." Vaksin tersebut adalah setiap permasalahan yang hadir dalam perjalanan. Ini adalah cara Tuhan supaya kita semakin kebal, semakin bakoh, kuat dalam menghadapi persoalan. Saya mengutip kalimat berikut:

"Ingat, apabila sesuatu tak mampu menghancurkanmu, maka justru ia akan membuatmu semakin kuat."

Setiap permasalahan, tekanan, bahkan pukulan, yang itu tidak sampai membuatmu mati, maka sebenarnya itu adalah training kehidupan, yang akhirnya membuatmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Orang-orang yang dulunya pernah merasakan penderitaan, kesusahan, tekanan-tekanan dlm hidupnya, itu adalah tempaan bagi jiwanya sehingga menjadi tangguh. Yang akhirnya apabila ia menjadi orang yang lebih baik, maka ia tidak merasakan lagi derita masa lalunya sebagai penderitaan. Ketika kemudian kini ia mengalami hal-hal yang serupa, maka rasanya sudah biasa, bahkan bisa mengatasi dengan mudah. Itulah yang biasa dialami oleh orang-orang yang sukses.

Wanita-wanita yang dulunya mengalami kekerasan, kehancuran, KDRT, dan hal itu tidak membuatnya mati, maka justru kini mereka menjadi lebih kuat, memiliki pengaruh untuk membawa perubahan, berbagi penguatan pada orang-orang yang mengalami masalah yang sama seperti dirinya waktu dulu. 

Orang ketika "antibodi-antibodinya" sudah terbentuk, jangan kira persoalan kecil mampu menggoyahkannya, bahkan permasalahan yang lebih besar pun mampu ia hadapi. Ini karena Tuhan sudah menyuntikkan baginya vaksin yang banyak di masa lalunya, dan ia bertahan, menerima dan menjalani reaksi kehidupan, hingga kekuatan dan kebijaksanaan ia dapatkan pada akhirnya.


Salam,
Agus Tri Yuniawan


Gambar: freepik[dot]com

You May Also Like

0 komentar