Catatan Latsar: Hari Kelimabelas

Selasa, 16 Juli 2019. Sudah hafal ya, sobat. Kegiatan pagi kami diawali dengan senam, dilanjutkan sarapan dan apel pagi. Kami telah terbiasa dengan pola kegiatan ini, yakni bangun pagi, subuh berjamaah, sarapan dengan mengenakan seragam rapi, lalu apel dengan tanpa ada dari kami yang tertinggal di belakang. Memang, kegiatan-kegiatan kami mulai dari bangun tidur, makan, break, shalat, istirahat, semua dibatasi waktu. Baik, langsung saja ke catatan kegiatan. 

Pagi ini, kegiatan pembelajaran kami adalah tentang Anti Korupsi. Ibu Eko Yayuk Winartiningsih semangat menemani kegiatan kami sampai tengah hari. Pada sesi ini, kami belajar tentang "Tunas Integritas". Sebagai ASN, kami memiliki tanggung jawab menyebarkan semangat integritas pada lingkungan instansi kami masing-masing. Sebagai tunas, maka diharapkan akan tumbuh dan berkembang, selanjutnya menebarkan buah manfaat khususnya pada instansi tempat bekerja. Barangkali "lahan" yang ditempati oleh para tunas berbeda-beda. Ada lahan yang subur dan ada pula lahan yang kurang subur. Jika ASN berada pada lahan yang subur, maka mudah baginya untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugasnya. Sebaliknya, jika berada dalam lahan yang tidak subur, maka akan banyak tantangan. Pilihannya hanya dua, yaitu berjuang untuk tumbuh atau justru ikut hanyut pada lingkungan yang tidak subur. 

Peran dari tunas integritas adalah menjadi jembatan masa depan kesuksesan organisasi, membangun sistem integritas, dan mempengaruhi orang lain untuk memiliki integritas yang tinggi. Hal ini sangat menunjang pada perilaku anti korupsi. Oleh karena itu, melalui bab anti korupsi ini peserta latsar diharapkan mampu membentuk perilaku yang amanah dan jujur serta berperan dalam pencegahan korupsi di lingkungannya. Setelah shalat dzuhur, kegiatan kami adalah belajar bab manajemen ASN. Sebelum memulai diskusi, Bapak Ulis Sulistiyanto, selaku pengajar menawarkan pertanyaan pada peserta. Apakah mau belajar manajemen ASN ataukan manajemen PNS? Hal ini karena kalau manajemen ASN terdiri dari dua hal yaitu PNS dan PPPK. Perbedaan PNS dan PPPK adalah pada keberadaan pensiun dan fasilitas. Akhirnya kami memfokuskan belajar bersama tentang manajemen PNS. Pembahasan kali ini adalah tentang manajemen PNS yang berupa pengangkatan, mutasi, pemberhentian, cuti, dan lain-lain. 

Banyak yang kami simak pada sesi ini, selanjutnya kami memilih menulis tentang hal cuti di catatan kali ini. Cuti PNS antara lain cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti karena alasan penting, cuti di luar tanggungan negara. Beberapa catatan yang kami rangkum dari pertanyaan peserta latsar adalah cuti tahunan diberikan pada PNS/CPNS yang telah bekerja selama 1 tahun terus menerus. Cuti besar diberikan pada PNS yang telah bertugas minimal 5 tahun. Cuti ini biasa diambil oleh pegawai yang hendak mengerjakan ibadah contohnya adalah haji. Lama cuti ini adalah 3 bulan. Ijin belajar bisa diajukan minimal 1 tahun dalam PNS. Ijin belajar dengan tugas belajar memiliki perbedaan, yaitu jika tugas belajar maka PNS melaksanakan kegiatan belajar dengan meninggalkan tugasnya dan biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Jika ijin belajar, maka PNS melaksanakan kegiatan belajar tanpa meninggalkan tugasnya dan biaya ditanggung sendiri. 

Pada akhir sesi, kami juga belajar tentang PPPK yang juga merupakan bagian dari ASN. Sesi ini disampaikan tentang penilaian kinerja PPPK yang bertujuan menjamin obyektivitas prestasi kerja yang sudah disepakati berdasarkan perjanjian kerja. Hasil dari penilaian ini adalah sebagai dasar pemberian tunjangan dan pengembangan kompetensi.

---- bersambung ----
Salam,
Agus Tri Yuniawan
Gambar: Karya Rekan Latsar Angkatan 14