Pirates of The Caribbean (sebuah cerpen)

Sore itu, Karmin, seorang mahasiswa semester akhir di sebuah universitas negeri di Yogyakarta, sedang duduk santai di teras rumah bersama pakdhenya, Pakdhe Karlan. Beliau adalah pengganti ayah Karmin disini. Sebagai seorang pakdhe yang sayang dengan keponakannya, nalurinya mendorong untuk memberikan dukungan psikologis pada "masa-masa jenuh" pengerjaan tugas akhir mahasiswa.






Pakdhe Karlan : Min, keadaan yang kamu alami sekarang mengingatkanku pada film Pirates of the Caribbean.
Karmin : Waduh, dhe-dhe, aku lagi pusing, skripsi nggremet, dosen horor, revisi ini itu, judeg aku, Dhe. Malah ngomongin filem.
Pakdhe Karlan : Justru itu, Min, dari filem itu bisa diambil pelajaran, bahwa "pelaut yang hebat tidak dilahirkan dari laut yang tenang".
Karmin : Maksudnya?
Pakdhe Karlan : Maksudnya adalah ujian-ujian yang kamu jalani, itu akan membentuk dirimu menjadi sarjana yang bagus nantinya, tidak ingah-ingih, smart, setrong, kayak Kapten Jack Sparrow, dia juga selalu menang melawan bajak laut jahat.
Karmin : Ya jelas lah, Dhe, dia kan tokoh utama. Apapun filemnya tokoh utama pasti menang.
Pakdhe Karlan : Maka dari itu, KAMU adalah tokoh utama dalam kisah perjalanan hidupmu.
Karmin : (hening sejanak, lalu nampak roman harapan bangkit)
Pakdhe Karlan : Yasudah, kamu teruskan skripsimu. Mumpung masih ada waktu. Pakdhe akan menemanimu ngetik sambil ngopi.
Karmin : Aashiaap
Pakdhe & Karmin : (tertawa bersama)








tamat